LUKA UNTUK DIAM
Sang mentari tak jauh dari pandangan,disaat
kegelapan datang mencari celah untuk bersinar,walaupun hanya sekejap tidak
pernah bisa hilang bayangmu dalam terbentangnya fikiran dibola mataku. Berhenti
tuk berkedip sejenak melupakan, namun terlalu dalam hati mengukir namamu
dihidupku.Rasa yang tidak pernah ada kau jadikan rasa itu selalu datang
menghantuiku sampai sekarangpun.
‘jika kau mencintaiku buat aku bahagia”
kata-kata itu
yang selalu aku lontarkan padanya.
“aku akan buatmu bahagia ,apapun kulakukan demi
kamu”
Mendengar kata itu tidak pernah sedikitpun rasa ragu
untuk mencintainya. Tidak pernah lari dari masalah ,aku dan dia semakin sulit
untuk berdamai, hingga akhirnya aku dan dia berpisah tanpa sebab yang pasti.
Saat dunia hentikan langkahku untuk mencintai
laki-laki lain, hanya dia satu-satunya laki-laki yang mencuri hatiku
sepenuhnya.Seperti disambar petir, tak sadarkah langit terus menangis bahkan
bumipun selalu mengalirkan tangis luka itu, disaat malam penuh bintang dan saat
itu aku hanya ingin mengucapkan
“aku rindu
kamu”
Tapi bertolak belakang yang membuat hati tertusuk
duri mawar yang kini berdarah dan sampai sekarang belum ada yang mencabut duri
dan menghapus darah dalam hatiku saat dia mengatakan “aku ingin putus denganmu”
Sesaat aku tersenyum untuk sekejap itu, dan dia menangis untuk sekejap itu. Bukan hati
jika aku tak menyanyanginya aku akan memaksakanya untuk mencintaiku, tapi
karena tulus dari sayang dan cintaku aku pun merelakannya demi kebahagiaannya,
tidak pernah ada cinta dan sayang lagi saat itu pula.
Aku menangis untuk seterusnya dan dia tersenyum
untuk seterusnya.siapa yang mudah melupakan saat-saat aku dan dia bersahabat
dengan mentari , senja dan malam. Apapun yang dia inginkan jika aku bisa aku
berikan segalanya tapi apa daya saat tiba-tiba dia mengatakan
“ lupakanlah aku dengan apapun caramu dan aku akan
berusaha juga untuk melupakanmu”
Seperti api membakar diriku , apa arti semua ini?
Apa alasan yang membuat dirinya melupakanku untu selamanya? setiap luka disaat
siang malam, setiap tangisan disaat detik-detik yang ada, aku seakan
benar-benar dibutakan oleh cinta, aku bingung bagaimana cara aku melupakannya?
bagaimana rasa itu akan hilang? Tak ada jawaban apapun, semua hari demi hari
aku jalani. Hidupku diantara kegelapan dan
keterangan , aku tidak tahu apa yang harus kulakukan lagi , aku benar-benar
tidak bisa melupakannya.
Akhirnyapun seiring berjalannya waktu diapun
mengerti apa yang aku rasakan, bersahabatpun ada tapi sedikitpun rasa sayang
dan cinta yang dulu ditanamkan dihatiku dan hatinya bagi dia sudah tiada lagi,
hilang seperti hembusan angin entah tak tau dimana rasa itu berada. Sakit dan
sakit serta sakit yang selalu aku keluhkan. Aku hanya bisa berdoa dalam sujudku
“jika
mencintainya benar maka satukanlah kami, jika mencintainya salah hapuskanlah
rasa cintaku ini kepadanya”
Aku hanya bisa mengucapakan kata-kata itu dan
sebelum aku pergi jauh-jauh dari kehidupannya akupun mengirimkan pesan untuknya.
“ terimakasih
untukmu yang telah mencintaiku dan melupakanku dengan sempurna, dan maafkan aku
tidak bisa melupakanmu untuk selamanya”
Tetapi luka itu terus ada dalam tubuhku , aku tak
bisa tidak mencintainya dan aku memutuskan untuk mengatakan kepadanya dengan
paksa.
” Biarkanlah aku mencintaimu dalam diam”
By: Ajeng nimas prembayun
Tidak ada komentar:
Posting Komentar